Anggaran Revitalisasi Terbatas, Eks Kepsek SD Tlogomojo Beberkan Penggunaan Barang Bekas
0:00
--:--
Anggaran Revitalisasi Terbatas, Eks Kepsek SD Tlogomojo Beberkan Penggunaan Barang Bekas
Eksplorasi INFODAGANG.COM
PortallJateng.id / Pendidikan

Anggaran Revitalisasi Terbatas, Eks Kepsek SD Tlogomojo Beberkan Penggunaan Barang Bekas

X
Prasati revitalisasi anggaran tahun 2025, SD Negeri Tlogomojo, Kab. Pati

PATI, Portalljateng.id | ​Pembangunan atau revitalisasi di SD Tlogomojo yang bersumber dari anggaran tahun 2025 kini tengah menjadi sorotan. Proyek yang seharusnya dikelola secara swakelola ini diduga kuat melibatkan pihak ketiga atau pemborong dalam pelaksanaannya.

​Trimuji, yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Tlogomojo selama 5 tahun 3 bulan dan kini telah pindah tugas per Juni 2026 ke SD Negeri 1 Batursari, Batangan, memberikan sejumlah penjelasan terkait proses pembangunan tersebut.

​”​Bahwa anggaran awal perencanaan yang diajukan sebenarnya bernilai sekitar Rp 1,4 miliar. Namun, anggaran tersebut mengalami penurunan hingga beberapa kali perencanaan hingga akhirnya berada di kisaran Rp 751 juta,” ucap Trimuji, Jumat (9/10/2026).

Tri mengatakan, ​perencanaan dan pembuatan gambar bangunan bahkan harus diubah sebanyak tiga kali akibat penyesuaian anggaran yang terus berkurang. ​Dana tersebut akhirnya dialokasikan untuk pembangunan 5 kelas, 1 perpustakaan, serta 2 ruang administrasi.

Disinggung ​kondisi kerusakan yang dialami oleh SD Tlogomojo saat, seperti plafon yang rusak, daun jendela yang tidak bisa ditutup bahkan ada kusen-kusen pintu yang lapuk dan tidak bisa ditutup indikasi kayu bekas, Trimuji menjelaskan bahwa bangunan sekolah sempat diterjang angin puting beliung.

“​Kelas 6 mengalami kerusakan parah akibat angin puting beliung, sehingga pihak sekolah sempat mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 20 juta untuk perbaikan plafon,” jelasnya.

​Meskipun proyek revitalisasi sekolah umumnya menggunakan mekanisme swakelola, dalam wawancara di SD Batursari 1, Trimuji sempat beberapa kali keceplosan menyebut bahwa pengerjaan fisik di lapangan turut melibatkan pihak pemborong atau orang ahli dari luar inisial (Jn) .

Pihak sekolah bersama Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) mengaku mengalami kesulitan dalam memecahkan perencanaan gambar secara mandiri, sehingga membutuhkan tenaga ahli dari luar untuk membantu proses konstruksi.

Selain itu, terdapat pula penggunaan material atau barang bekas pada beberapa bagian tertentu, seperti kayu atau kusen lama yang kondisinya masih layak untuk dimanfaatkan kembali demi menyiasati keterbatasan anggaran senilai Rp. 751 juta.

Disisi lain, narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kepala sekolah yang saat itu diampu Trimuji pernah mengatakan jika ada masih ada sisa anggaran akam digunakan untuk meratakan halaman sekolah yang sering tergenang air.

“Sempat dulu kepala sekolah yang bersangkutan, jika anggaran ada sisanya akan digunakan untuk meratakan halaman akan tetapi sampai selesai tidak ada realisasi kembali sampai pindah tugas ditempat lain,” singkanya. (red)

☕ Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×
☕

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.