KUDUS, PORTALLJATENG.ID – Gunung Muria, yang membentang di tiga wilayah kabupaten di Jawa Tengah (Kudus, Pati, dan Jepara), memiliki mahkota yang paling diburu para pendaki dan peziarah, Puncak 29 atau yang dalam bahasa Jawa disebut Puncak Songolikur.
Puncak dengan ketinggian sekitar 1.602 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi destinasi unik yang memadukan keindahan alam pendakian dengan nilai sejarah dan spiritual yang kental.
Puncak Songolikur, yang secara administratif berada di kawasan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, menjadi titik tertinggi yang paling populer di Pegunungan Muria, meskipun beberapa sumber menyebut Puncak Natas Angin sedikit lebih tinggi.
Daya tarik utama Puncak 29, pada pagi hari pendaki sering kali disuguhi pemandangan ‘lautan awan’ yang menawan layaknya negeri di atas awan. Gugusan awan putih tebal menyelimuti lereng di bawah, menciptakan ilusi berada di atas langit.
Wisata Religi dan Petilasan, puncak ini bukan sekadar tujuan wisata alam, melainkan juga pusat spiritual. Di area puncak dan jalur pendakiannya, terdapat beberapa petilasan atau situs bersejarah, termasuk Petilasan Eyang Sang Hyang Wenang, dan ramai dikunjungi peziarah, terutama pada momen-momen tertentu seperti Bulan Muharram (1 Suro)
Dibandingkan jalur pendakian gunung tinggi di Jawa, jalur menuju Puncak 29 via Rahtawu Kudus tergolong relatif pendek dan ramah bagi pendaki pemula. Bahkan, sebagian rute awal dapat diakses menggunakan ojek motor.
Jalur pendakian yang paling sering dipilih untuk mencapai Puncak 29 adalah melalui Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Mulai dari pusat Kota Kudus, perjalanan menuju Desa Rahtawu akan melewati jalanan yang mulai menanjak dan berkelok, menawarkan pemandangan desa pegunungan yang asri.
Total waktu pendakian dari basecamp (setelah titik ojek) hingga puncak diperkirakan hanya memakan waktu 3 hingga 4 jam danuntuk turun kurang lebih 2 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk pendakian pulang-pergi (tektok) dalam sehari.
Keunikan Jalur, para pendaki akan melewati beberapa pos, termasuk lokasi legendaris Sendang Bunton yang mata airnya sering diambil pendaki sebagai bekal spiritual maupun bekal air minum.
Mengingat Puncak 29 adalah perpaduan wisata alam dan religi, pengunjung diimbau untuk mematuhi etika setempat,
Jaga Etika, hormati petilasan dan peziarah yang melakukan ritual serta jaga ucapan dan tingkah laku selama berada di kawasan Gunung Muria.
Biaya masuk ke Puncak 29 melalui jalur resmi Rahtawu biasanya sangat terjangkau, hanya mencakup retribusi pendakian dan biaya parkir.
Puncak 29 Muria Kudus membuktikan bahwa gunung tidak hanya tentang tantangan fisik, tetapi juga tentang menemukan ketenangan dan menyaksikan warisan budaya yang terpelihara. Destinasi ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda berikutnya di Jawa Tengah.(red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE