PATI, Portalljateng.id | Ajang Pemilihan Putra Putri Budaya Kabupaten Pati 2026 resmi dibuka langsung Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. kompetisi ini menyedot perhatian 250 talenta muda dari enam kabupaten berbeda sebagai wadah mengekspresikan bakat sekaligus melestarikan warisan budaya.
Dalam sambutannya.di Omah Kuno, Risma Ardhi Chandra memberikan suntikan motivasi kepada para peserta agar tampil maksimal tanpa terbeban hasil akhir.
“Anak-anakku semua yang sekarang ini ikut berlomba, tetap semangat. Tunjukkan talenta kalian dan tunjukkan hasil latihan kalian. Menang kalah adalah hal yang biasa,” ujar Chandra, Jumat (4/9/2026).
Kompetisi dibagi ke dalam dua gelombang. Sesi pagi diisi oleh 120 anak untuk kategori TK dan SD, sedangkan sesi malam melibatkan sekitar 130 peserta kategori remaja. Menariknya, panggung kompetisi ini tidak hanya dikhususkan bagi warga lokal, melainkan terbuka luas untuk perwakilan dari luar daerah.
Chandra menilai, keterlibatan aktif dalam ajang seni seperti ini bakal membentuk mental dan meninggalkan kesan mendalam bagi perjalanan tumbuh kembang generasi muda.
“Malam ini adalah malam kenangan kalian semua. Tentunya ini akan menjadi catatan sejarah bagi anak-anakku semua,” tutur Chandra.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam membina seni-budaya juga terus terdorong lewat Gerakan Seni Masuk Sekolah (GSMS) . Program yang sempat mendapat tinjauan langsung dari Menteri. Penguatan tradisi ini sejalan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati serta HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diisi beragam panggung kreativitas warga.
“Dengan seni dan budaya kita bisa bersatu. Kita bersama bisa bergandengan tangan, bisa bekerja sama untuk terus mengupayakan tradisi dan budaya ini terus menggema di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, ia menekankan pentingnya keberlanjutan agenda serupa di masa mendatang.
“Acara-acara seperti ini perlu ditingkatkan,” tegas Plt Bupati.
Guna menjaga integritas kejuaraan, Plt Bupati mengimbau para panelis juri untuk mengedepankan objektifitas selama proses penjurian Lomba Mas dan Mbak Budaya 2026.
“Pesan kami kepada Dewan Juri untuk tetap menilai dengan baik, dengan transparan dan akuntabel. Karena mereka adalah putra-putri terbaik yang hari ini melaksanakan kegiatan Lomba Mas dan Mbak Budaya 2026,” tuturnya.
Kehadiran perwakilan dari lima kabupaten tetangga di sekitar Pati pun disambut hangat karena dinilai mampu mempererat silaturahmi serta ruang pertukaran budaya antarwilayah.
“Kepada peserta dari kabupaten-kabupaten lain yang hari ini melaksanakan kegiatan yang sama, selamat datang,” pungkas Chandra.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Disporapar Pati, jajaran panitia, dewan juri, pihak sponsor, serta seluruh peserta kompetisi. (red/Adv)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE