Proyek Mandek, RSUD So...

Proyek Mandek, RSUD Soewondo Terkesan Tertutup

Ukuran Teks:

PATI, Portalljateng.id | Proyek pembangunan di area depan RSUD Soewondo Pati semakin memicu tanda tanya besar. Tidak hanya pengerjaannya yang terpantau mandek selama beberapa hari, namun jajaran manajemen rumah sakit juga tampak kompak melalui bagian humas menutup diri dari konfirmasi awak media, Selasa (28/4).

Dalam upaya mencari kejelasan, wartawan mencoba menghubungi Direktur RSUD Soewondo. Namun, bagiam humas rumah sakit menyatakan bahwa pimpinan tertinggi di RSUD tersebut tidak dapat ditemui karena alasan kesehatan.

Kegagalan menemui Direktur membuat awak media beralih mencari tim teknis yang bertanggung jawab langsung atas pengerjaan proyek. Namun, lagi-lagi jawaban yang didapat adalah penolakan halus dengan alasan agenda internal dan banyak tidam tahunya. Pihak rumah sakit berdalih tim teknis belum bisa memberikan keterangan karena sedang menjalani rapat.

Alhasil, beban informasi tertumpu pada pihak Humas. Sayangnya, wawancara dengan Humas RSUD Soewondo justru semakin mengaburkan fakta. Setiap pertanyaan krusial mengenai detail anggaran dan alasan penghentian proyek hanya dijawab dengan narasi yang sama:

“Masih dalam proses kajian. Kalau itu saya tidak bisa memberikan statement nggih Pak, karena itu yang berwenang adalah tim teknisnya. Kalau untuk saat ini sedang dalam proses kajian,” Ucap Humas RDUS Soewondo, Feni E didampingi Kepala Bidang Keperwatan, Mustahal, saat ditanya mengenai pembongkaran bangunan.

Sikap tertutup ini dinilai sebagai upaya menghindar. Jawaban humas dianggap “glambayar” atau tidak nyambung dengan substansi yang ditanyakan.

Bahkan, saat disinggung mengenai isu sensitif terkait adanya surat pengajuan kajian ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati yang diduga mengalami antedate (pemunduran tanggal surat dari April ke Januari), humas tetap bungkam.

“Mohon maaf ya Pak, saya tidak berani memberikan statement karena itu bukan ranah saya,” tambahnya singkat saat diklarifikasi kebenaran dokumen tersebut.

Mandeknya proyek yang seharusnya selesai pada awal Mei ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Ketidakhadiran Direktur karena alasan sakit dan kesibukan tim teknis yang mendadak rapat tepat saat dikonfirmasi, dinilai sebagai potret buruknya transparansi publik di lingkungan RSUD Soewondo.

Masyarakat berharap pihak manajemen tidak hanya berlindung di balik kata “kajian” dan mulai memberikan penjelasan yang akuntabel terkait penggunaan anggaran daerah pada proyek pembangunan tersebut.(red)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan