Diduga Keracunan Massal, Puluhan Siswa SMPN 1 Karanganyar Alami Diare Usai Konsumsi Menu MBG ‎
0:00
--:--
Diduga Keracunan Massal, Puluhan Siswa SMPN 1 Karanganyar Alami Diare Usai Konsumsi Menu MBG ‎
Eksplorasi INFODAGANG.COM
PortallJateng.id / Daerah

Diduga Keracunan Massal, Puluhan Siswa SMPN 1 Karanganyar Alami Diare Usai Konsumsi Menu MBG ‎

X
IMG-20251016-WA0014

KARANGANYAR – Portalljateng.id | Ratusan siswa SMP Negeri 1 Karanganyar dilaporkan mengalami gejala mual dan diare usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/10/2025).

‎Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian besar siswa mulai merasakan gejala setelah pulang sekolah. Keluhan berupa sakit perut, mual, dan diare umumnya muncul pada Rabu malam (15/10/2025), beberapa jam setelah mereka mengonsumsi menu MBG siang hari.

‎“Anakku pulang sekolah sambat (mengeluh) perut sakit dan diare malam harinya. Tak kasih obat, alhamdulillah nggak parah, pagi sudah sembuh,” ujar salah satu orang tua siswa saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).

‎Menu yang disajikan pada hari itu diketahui berupa katsu salad dengan saus mayones. Sejumlah wali murid menduga bahan mayones yang digunakan sudah tidak dalam kondisi baik sehingga menimbulkan gejala serupa pada banyak siswa.

‎Keesokan harinya, Kamis (16/10/2025), pihak sekolah segera melakukan penanganan lanjutan dengan memanggil petugas Puskesmas Karanganyar untuk memeriksa kondisi para siswa. Mereka yang masih mengeluhkan gejala kemudian dikumpulkan di aula sekolah untuk mendapatkan pemeriksaan dan obat dari tenaga medis.

‎Dari data sementara yang diterima, sedikitnya puluhan siswa mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan. Situasi dapat dikendalikan setelah intervensi petugas kesehatan dilakukan di sekolah.

‎Pihak sekolah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab pasti kejadian ini. Namun para orang tua berharap insiden tersebut menjadi perhatian serius bagi penyelenggara program MBG, terutama dalam menjaga kualitas bahan makanan yang mudah rusak.

‎“Semoga ini jadi pembelajaran agar bahan makanan lebih diperhatikan dan kejadian serupa tidak terulang,” ujar salah satu wali murid.

‎Camat Karanganyar, Sutarmo, membenarkan adanya laporan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Karanganyar yang mengalami gejala mirip keracunan. Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.

‎‎Menurut Sutarmo, informasi yang diterima menyebutkan sekitar 50 siswa mengalami gejala seperti diare, sakit perut, dan muntah-muntah. Meski demikian, pihak sekolah dan tim SPPG masih berhati-hati dalam menarik kesimpulan apakah gejala tersebut benar akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎“Memang ada yang merasakan gejala seperti itu, tapi kami belum berani menyimpulkan kalau itu keracunan. Karena kalau memang dari makanan MBG, seharusnya sekolah lain yang dapurnya sama juga mengalami hal serupa, tapi faktanya tidak,” jelas Sutarno kepada wartawan lewat sambungan telepon watshap, Kamis (16/10/2025).

‎‎Ia menambahkan, sebagian siswa dilaporkan tidak masuk sekolah setelah merasakan gejala pada malam sebelumnya. Meski ada dugaan sementara terkait menu MBG, namun hingga kini belum ada bukti kuat yang mengarah ke sana.

‎“Dari guru-guru juga belum berani memastikan penyebabnya. Tim dari SPPG sudah melapor dan menindaklanjuti, tapi kesimpulan resmi belum ada,” lanjutnya.

‎Pihak kecamatan bersama sekolah dan dinas terkait saat ini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa serta menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

 

Adm/Hds

Next Article

Diduga Aset Daerah Dijual Tanpa Lelang: Praktisi Hukum Slamet Widodo Soroti Potensi Korupsi dan Sanksi Pidana

›
☕ Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×
☕

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.