PATI, Portalljateng.id | Silang pendapat dan ketidaksesuaian data merebak di tengah persiapan Kontingen Kabupaten Pati menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-17 Jawa Tengah. Ketidaksesuaian ini memicu pertanyaan publik terkait transparansi pelaksanaan Pelatihan Daerah (Pelatda) cabang olahraga (cabor).
Dalam wawancara awak media usai pelepasan kontingen, Ketua KONI Pati Sutarto Oenthersa, menyatakan secara terbuka bahwa Puslatda telah dilaksanakan selama empat (4) bulan penuh untuk menggembleng ratusan atlet dan pelatih.
”Kami yakin dengan Pelatda yang kami adakan 4 bulan yang lalu, semua atlet dan pelatih tetap semangat untuk menuju Porprov sukses… Pelatda 4 bulan ya,” Ucap Sutarto, saat diwawancarai awak media.
Pasalnya, pengakuan beberapa cabor (cabang olahrga) uang saku dan latihan 2 Bulan, bahkan hanya 1,5 bulan. Pernyataan Ketua KONI tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan jujur yang disampaikan oleh sejumlah cabang olahraga (cabor).
Berdasarkan konfirmasi dari beberapa cabor yang enggan disebutkan namanya, pengurus cabor mengungkapkan bahwa masa latihan intensif maupun pencairan dana/uang saku yang diterima jauh di bawah durasi empat bulan.
”Sebenarnya 3 bulan ya sebenarnya… tapi kenyatannya dapatnya 2 bulan tok kuwi (itu). Positif 2 bulan tok, dapatnya nominal,” ungkap salah satu pengurus cabor, saat dikonfirmasi portalljateng.id, Sabtu (17/10/2026).
Ia juga menambahkan bahwa hitungan insentif diatur berdasarkan jumlah pertemuan dan tingkat pencapaian medali, namun penerimaan riil tetap tidak menyentuh angka empat bulan.
Kondisi senada juga ditegaskan oleh pengurus cabor. Menurutnya, masa latihan efektif yang terfasilitasi hanya berlangsung selama 1,5 bulan.
”Satu setengah aku panggonku (tempat saya)… 1,5 bulan, bahkan monitoring dari dari Tim Monitoring KONI PATI saat Puslatda hanya sekali dan pemberian uang TC, Pelatda Kotingen Pati” ungkapnya.
Bahkan ketika ditanya mengenai operasional serta kebutuhan perlengkapan seperti baju tanding, ia menyebut pengurus cabor harus mengupayakan sendiri tanpa adanya alokasi anggaran khusus.
Adanya selisih rentang waktu yang signifikan, antara klaim resmi 4 bulan dengan realitas di lapangan yang hanya 1,5 hingga 2 bulan menciptakan teka-teki, apakah teori dan prakteknya menggunakan ilmu terbalik.
Muncul dugaan dan pertanyaan mendasar dari publik maupun pegiat olahraga daerah terkait anggaran Pelatda di beberapa cabor yang dinaungi KONI Kabupaten Pati. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE