PATI, Portalljateng.id | Dugaan keracunan makanan kembali membayangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 127 siswa MTsN 3 Pati terdeteksi mengalami gejala gangguan pencernaan, dengan puluhan di antaranya harus mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD dan RS Mitra Bangsa pada Rabu (9/9/2026).
Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, mengonfirmasi bahwa gejala diduga berasal dari santapan menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada Selasa (8/9/2026). Efek samping dari makanan tersebut mulai dirasakan para siswa pada malam hari dan baru terdeteksi secara masif pada Rabu pagi.
“Efeknya itu malam harinya khususnya siswa Boarding, baru terdeteksi paginya karena mereka berada di rumah. Banyak siswa yang izin tidak masuk karena mengalami diare berturut-turut, lemas, hingga pusing,” ujar Zaenal Arifin saat ditemui di madrasah, Rabu (9/9/2026) siang.
Guru pembimbing MTsN 3 Pati, Siti Muhasri yang saat ini endampingi para siswa di rumah sakit, menegaskan bahwa timbulnya gejala diare dan muntah massal. Sebelumnya, pihak penyedia mengkonfirmasi adanya keterlambatan pengiriman MBG.
”Memang ada konfirmasi keterlambatan. Jadi bukan anak kami yang telat makan, tetapi MBG-nya yang telat datang,” tegas Asri saat dikonfirmasi media melalui sambungan telepon, Rabu (9/9/2026).
Asri menjelaskan bahwa gejala keracunan ini awal mulanya terdeteksi dari para siswa yang tinggal di asrama (boarding).
”Yang ketahuan duluan dari kami karena kami punya fasilitas boarding. Anak-anak yang di boarding sudah mengalami diare dan muntah yang terasa sejak Selasa malam. Kasus ini berbarengan dengan siswa SMP sekitar, karena kita berada dalam satu SPPG (Satuan Pelayanan Penyedia Gizi) yang sama, yaitu SPPG Gembong 1,” tambah Asri.
Asri menyampaikan bahwa pihak sekolah bergerak cepat dengan menghubungi serta mengundang para orang tua murid ke rumah sakit guna mendampingi anak-anak mereka selama masa observasi medis.
”Saat ini saya berada di RS Mitra Bangsa melihat kondisi anak-anak. Sebagian sudah dipasang infus dan ada yang masih dirawat, sementara beberapa lainnya sudah diperbolehkan pulang. Untuk di RSUD jumlahnya jauh lebih banyak, ada sekitar 40-an anak yang masih dalam penanganan dan observasi dokter,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin juga mengapresiasi respons cepat dari tim gabungan Satgas, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta jajaran Polsek, Koramil, dan Polresta Pati yang langsung menerjunkan personel ke lokasi dalam hitungan menit setelah laporan masuk.
Dari hasil screening pihak madrasah:
Penangan RSUD Soewondo : 44–48 siswa mendapat perawatan/observasi
RS Mitra Bangsa: 8 siswa
Puskesmas: 6 siswa (3 siswa boarding dan 3 siswa non-boarding)
Total terdampak kurang lebih 127 siswa terdata mengalami gejala ringan hingga sedang.
”Harapan kami pengawasan dan risiko kecelakaan seperti ini lebih diperketat. Batas waktu maksimal konsumsi makanan harus benar-benar dipatuhi agar tidak terlewati demi keselamatan siswa,” pungkas Zaenal.
Sementara Ka SPPG, Rizal Husni, sebagai pihak penyedia gizi (SPPG PATI GEMBONG 1) dikonfirmasi Portalljateng.id melalui sambungan whatsapp (wa) belum memberikan keterangan secara resmi terkait adanya dugaan keracunan siswa MTsN 3 Pati. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE