DPRD dan DLH Pati Sine...

DPRD dan DLH Pati Sinergi Bahas PLTSa & Tata Kelola Sampah

Ukuran Teks:

PATI, Portalljateng.id | Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mematangkan rencana besar dalam tata kelola sampah daerah. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menggandeng pihak ketiga.

Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, mengungkapkan bahwa potensi sampah di wilayah Pati dan sekitarnya (Kudus) dinilai sudah mencukupi untuk menyuplai kebutuhan bahan baku pembangkit tersebut.

​”Kita persiapkan dulu langkah-langkah menuju ke sana. Selain itu, untuk menunjang distribusi, kami merencanakan penyediaan armada pengangkut sampah di 21 kecamatan,” ujar Tulus dalam agenda koordinasi bersama Komisi C DPRD Pati dan penggiat sampah di Kantor DLH, Rabu (29/4).

Anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Jaza Khoirul Sofyan, menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung sektor ini. Sebagai bagian dari Badan Anggaran, ia berharap kegiatan pengelolaan sampah mendapatkan alokasi yang mumpuni.

​Berdasarkan data, terdapat 401 desa dan 4 kelurahan di 21 kecamatan yang menghasilkan sampah rata-rata 0,76 kg per orang per hari, atau total sekitar 690 ton per hari.

​”Tantangan terbesar adalah kesadaran diri. Kami mendorong adanya imbauan masif serta pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam karena dampaknya yang buruk bagi kesehatan,” jelas Jaza.

​Ia juga mengajak kolaborasi lintas sektor antara DLH, Pemdes, serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah Unit (BSU).

​​Senada dengan hal tersebut, Mohammad Ulin Nuha dari Komisi C (Fraksi PPP) menyoroti pentingnya edukasi di tingkat akar rumput. Menurutnya, masalah utama persampahan di Kabupaten Pati terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM).

​”PR terbesar kita adalah mengubah perilaku warga desa yang masih sering membuang sampah sembarangan. Sosialisasi harus diperbanyak dan warga perlu saling mengingatkan,” tegas Ulin Nuha.

Acara ini dihadiri pula oleh Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Pertamanan DLH Pati, Henri Setiawan, serta belasan perwakilan pengelola TPS3R dan BSU dari berbagai wilayah, mulai dari TPS3R Kopikali, PDU Tambahmulyo, hingga BSU Tunas Beringin. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik sinergi antara pemerintah, legislatif, dan komunitas dalam mengatasi darurat sampah di Kabupaten Pati.(red)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan