PATI, Portalljateng.id | Biaya masuk siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati yang dikabarkan mencapai Rp4 juta mendapat tanggapan langsung dari pihak sekolah. Kepala MAN 1 Pati, Moh. Qodri, memberikan klarifikasi terkait komponen penggunaan anggaran tersebut.
Dalam keterangannya, Qodri mengklarifikasi bahwa biaya Rp4 juta tersebut seluruhnya bukan digunakan untuk pembelian seragam sekolah. Ia menjelaskan bahwa rincian biaya aktual berkisar di angka Rp3,9 juta dan terbagi ke dalam beberapa komponen.
”Nilai sebenarnya berkisar di angka Rp3,9 juta, dan itu tidak sepenuhnya untuk seragam, ada biaya untuk kegiatan siswa dan infak yang tidak mengikat sukarela,” terang Qodri, saat dikonfirmasi Portalljateng.id, Jumat (7/8/2026)
Ia menambahkan, sisa dari nominal tersebut dialokasikan untuk penunjang kegiatan siswa serta iuran infak. Dana infak dualokasikan untuk digunakan pembangunan gedung hall indoor serta perbaikan fasilitas madrasah, seperti perbaikan kamar mandi di lantai dua yang mengalami kebocoran.
Namun, ia menegaskan bahwa perencanaan anggaran tersebut sudah dikomunikasikan pihak madrasah maupun orang tua wali murid pada saat pertemuan dengan komite sekolah.
”Infak tidak kami paksakan, sifatnya semampunya dan bisa dicicil. Bahkan, ada sekitar 10 persen siswa kelas 10 yang kami bebaskan dari iuran. Biaya mereka ada yang dibantu oleh guru-guru madrasah untuk meringankan beban,” pungkasnya.
Disisi lain Ketua Komite MAN 1 Pati, Nabiyanto, menegaskan bahwa seluruh perencanaan program dan alokasi anggaran madrasah telah melalui kajian serta musyawarah bersama pengurus komite dan wali murid.
”Seluruh program kerja madrasah sudah kita kaji bersama. Penggunaan anggaran tersebut murni ditujukan untuk kepentingan pengembangan fasilitas serta pemenuhan sarana belajar siswa,” ujar Nabiyanto.
Ia menekankan bahwa sumbangan infak bersifat fleksibel, sukarela, dan tidak mengikat. Pihak komite bersama madrasah siap memberikan solusi atau keringanan bagi orang tua siswa yang merasa keberatan.
”Sifatnya sukarela dan ada pertimbangan kemanusiaan. Kami memegang prinsip tidak boleh ada siswa yang terhambat sekolahnya hanya karena kendala biaya. Pengurus komite bersama madrasah siap duduk bersama dan memfasilitasi jika ada wali murid yang membutuhkan keringanan,” tegasnya. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE