PATI, Portalljateng.id | Momen Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MTs Negeri 1 Pati berlangsung semarak. Madrasah berbasis keagamaan unggulan di Kabupaten Pati ini menggelar serangkaian lomba kompetisi dan kreativitas yang melibatkan seluruh anak didiknya.
Kegiatan yang berlangsung di madrasah tersebut menghadirkan berbagai perlombaan yang memadukan kedalaman tradisi keagamaan serta kreativitas seni modern. Adapun kompetisi yang digelar mencakup Lomba Al-Barzanji, Lomba Tahfidz Al-Qur’an, Lomba Da’i / Da’iyah, Lomba Mural, hingga Lomba Konten Kreator.
Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat, mengapresiasi dan mendukung penuh rangkaian kegiatan lomba yang berlangsung di madrasah. Momen Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MTs Negeri 1 Pati ini pun berlangsung semarak.
”Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh semangat anak-anak serta seluruh panitia dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional tahun ini. Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi para siswa untuk mengasah kecerdasan spiritual, memperkuat karakter kebangsaan, sekaligus mengekspresikan kreativitas dan potensi terbaik mereka,” ujar Wahyu Hidayat.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Sururi Ma’ruf, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini digelar untuk memperingati HSN 2026 yang diikuti oleh para siswa dari kelas 7, 8, hingga 9.
”Melalui lomba, kami memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengambil peran dan mewarisi nilai-nilai serta semangat perjuangan para pejuang berlandaskan resolusi jihad,” Ungkap Sururi, Kamis (22/10/2026), diwawancara Portalljateng.id di lokasi lomba.
Selain mengasah kecerdasan spiritual melalui pembacaan kitab Al-Barzanji, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan dakwah, para siswa juga ditantang menuangkan gagasan visual melalui seni lukis dinding (mural) serta pembuatan konten digital kreatif.
Juri lomba mural, Faiz Affan, menjelaskan bahwa kompetisi seni lukis dinding ini mengusung tema “Ekspresi Seni untuk Kelestarian Bumi”. Dalam penjelasannya, juri mengungkapkan ada empat kriteria utama yang menjadi acuan penilaian karya para siswa.
”Kriteria tersebut meliputi kesesuaian karya dengan tema yang diusung, kerapian pengerjaan, komposisi antara gambar dan teks, serta hasil akhir karya secara keseluruhan. Penilaian ini diharapkan dapat mendorong siswa tidak hanya mahir secara teknis visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan moral menjaga bumi secara harmonis dan estetis,” Bebernya
Di sisi lain, juri lomba konten kreator, Hati Nurjanah, mengungkapkan bahwa ajang kompetisi digital sengaja dihadirkan untuk mewadahi potensi teknologi para siswa.
”Seiring perkembangan zaman, siswa-siswa sekarang sudah sangat pintar teknologi, terutama dalam hal editing video. Mumpung ada momen Hari Santri, kami membuka wadah untuk mengembangkan bakat dan minat mereka,” jelas Hati.
Ia menambahkan bahwa penilaian lomba pembuatan konten ini tidak hanya berpatokan pada kesesuaian tema Hari Santri, tetapi juga memperhatikan teknis dan kreativitas.
”Penilaian meliputi kesesuaian tema Hari Santri, konsep editing, kualitas atau teknik editing, kepatuhan aturan, hingga ide jika mereka menyelipkan materi seputar Adiwiyata. Harapannya, selain mengasah bakat dan memberikan hiburan, hasil karya siswa ini juga dapat membuat media sosial madrasah menjadi lebih menarik,” pungkasnya. (red/adv)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE