Wacana Uji Lab Material Trotoar: Ketua Komisi C DPRD Pati Hasil Tidak Dapat Dimanipulasi
0:00
--:--
Wacana Uji Lab Material Trotoar: Ketua Komisi C DPRD Pati Hasil Tidak Dapat Dimanipulasi
Eksplorasi INFODAGANG.COM
PortallJateng.id / Daerah

Wacana Uji Lab Material Trotoar: Ketua Komisi C DPRD Pati Hasil Tidak Dapat Dimanipulasi

X
Ketua Komisi C DPRD Pati adalah Joni Kurnianto

PATI, Portalljateng.id | Proyek pembangunan trotoar di Kabupaten Pati yang digarap melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menjadi sorotan publik. Proyek senilai Rp14,3 miliar sebagai penyedia PT. Sempalan Teknologi Nasional dengan total panjang mencapai 2,5 kilometer ini menuai perdebatan, khususnya terkait pilihan material paving yang digunakan.

Menanggapi sorotan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan dari Kementerian PU memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa penggunaan material paving sudah sesuai dengan spesifikasi awal, kontrak, dan dokumen perencanaan yang telah disetujui.

“Spek dari awal memang menggunakan paving, Pak, tidak menggunakan material lain. Sesuai kontrak dan dokumen perencanaan,” jelas PPK Kementerian PU.

Ia juga menambahkan bahwa penentuan material paving ini melibatkan berbagai pihak, serta proses pemilihan paving itu sendiri. Terkait adanya bagian paving yang kurang rata atau mengalami keretakan, pihak Kementerian PU menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.

“Untuk yang retak pasti akan diganti, Pak. Kami mohon juga perhatian dari masyarakat Pati. Jika ada ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan proyek ini, kami terbuka untuk penggantian material paving yang cacat mutu dan retak,” tegasnya.

PPK Kementerian PU menyebutkan bahwa saat ini progres pekerjaan fisik berada di kisaran 40 persen, dengan masa pelaksanaan yang masih berlanjut hingga target penyelesaian pada 31 Desember 2026.

Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan proyek ini. Menurutnya, jika proyek ini direncanakan untuk menyerupai kawasan ikonik Malioboro, seharusnya material yang digunakan berupa granit, bukan paving.

“Kalau dibuat seperti Malioboro, Pati harusnya bahannya granit, bukan paving seperti ini. Yang dulunya dari keramik, kok sekarang dari paving? Saya tanya ke pihak DPUTR, mereka juga tidak tahu,” ungkap Joni, (8/10) melalui sambungan telepon.

Selain material, Joni juga menyoroti keluhan dari para pemilik toko yang merasa terimbas karena akses pengunjung menjadi terbatas akibat pembangunan trotoar tersebut. Tidak hanya itu, ia juga mengaku pesimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu jika melihat kondisi dan progres pekerjaan di lapangan saat ini.

Lebih lanjut, Joni menyebutkan bahwa banyak pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan ormas, mendesak agar dilakukan uji laboratorium (uji lab) terhadap material yang digunakan mulai dari kualitas paving hingga jalur disabilitas yang sempat rusak dan dicat ulang.

“Kalau benar dilakukan uji lab pihak pelaksana berhati-hati, sebab hasil laboratorium tidak dapat dimanipulasi,” pungkas Joni. (red)

 

Next Article

Infrastruktur Margorejo Pati Makin Mulus: Ruas Bumirejo-JLS & Jambean Kidul Selesai Dikerjakan

›
☕ Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×
☕

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.