PATI, Portalljateng.id | Peringatan hari nasional di salah satu dinas di Kabupaten Pati kini mulai menjadi sorotan. Pasalnya, muncul dugaan kuat bahwa iuran atau donasi untuk berbagai perlombaan yang dikumpulkan dari berbagai pihak diduga tidak melalui rekening resmi kepanitiaan, melainkan disetor ke rekening pribadi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana partisipasi tersebut diduga masuk ke rekening pribadi atas nama salah satu oknum ASN yang menjadi panitia yang saat itu menjabat sebagi keuangan di salah satu dinas.
Kejanggalan struktur kepanitiaan dan pelaporan. Selain masalah rekening, narasumber menyebutkan adanya keanehan dalam struktur kepanitiaan.
Lazimnya, kepanitiaan acara besar melibatkan berbagai sektor unsur dan donatur, namun dalam kasus ini, peran bendahara justru dipegang oleh pihak internal sub bagian keuangan.
”Harusnya kalau rekening kepanitiaan itu dibuat setelah ada SK (Surat Keputusan), lalu setelah acara selesai rekening ditutup. Tapi ini malah pakai rekening pribadi,” ujar narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (15/3/2026)
Kekhawatiran penyalahgunaan dan laporan palsu. Dugaan ini semakin menguat setelah adanya laporan bahwa para donatur, termasuk pengusaha mulai mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut.
Muncul kekhawatiran bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dibuat akan dimanipulasi agar terlihat sesuai dengan nota-nota pengeluaran, meskipun alur uangnya menyalahi prosedur formal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait belum dikonfirmasi resmi mengenai alasan penggunaan rekening pribadi untuk kegiatan kedinasan tersebut.
Praktik ini dinilai rentan terhadap tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan wewenang karena mencampuradukkan harta pribadi dengan dana publik atau donasi pihak ketiga. (red)





