KARANGANYAR, PORTALLJATENG.id | Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Bulu, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, mulai diproyeksikan sebagai penggerak utama ekonomi keluarga melalui pengembangan pertanian yang bertumpu pada potensi lokal desa. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, Dra. Ami Suratmi Kadiono, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas perempuan di sektor pertanian dilakukan melalui pola pembinaan jangka panjang. Menurutnya, kelompok wanita tani tidak cukup hanya dilibatkan pada aktivitas produksi, tetapi juga harus didorong naik kelas menjadi unit usaha mandiri yang mampu mengelola komoditas unggulan daerah.
“Perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan pertanian. Dengan pendampingan yang tepat, kelompok wanita tani dapat tumbuh menjadi usaha produktif yang memberi kontribusi nyata bagi ekonomi keluarga,” kata Ami.
DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah telah menyiapkan beberapa program pengembangan komoditas, mulai dari pemuliaan padi varietas GS08 yang diproyeksikan menembus pasar ekspor, budidaya ikan lele, hingga pembenihan alpukat yang akan disinergikan dengan wilayah daerah aliran sungai. Dari sisi pembiayaan, kelompok wanita tani juga akan didorong mengakses permodalan melalui kerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Selain aspek produksi, regenerasi petani menjadi perhatian penting. Ami menilai keterlibatan perempuan dalam pertanian relatif lebih mudah digerakkan, terutama dengan penguatan motivasi melalui kampanye “Bangga Menjadi Petani Indonesia”. Upaya ini turut melibatkan kalangan muda melalui kolaborasi dengan Pramuka, khususnya Saka Tarunabumi, guna menyiapkan lahirnya petani milenial.
Sementara itu, Kepala Desa Salam, Suhardi, menegaskan komitmen pemerintah desa untuk menjaga keberlanjutan pertanian di tengah berkembangnya sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah Karangpandan. Ia menyebut pertanian tetap menjadi identitas Desa Salam yang harus dipertahankan.
“Pertanian tidak hanya kami tempatkan sebagai sektor produksi, tetapi juga kami kembangkan sebagai wisata edukasi. Dengan konsep ini, masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Suhardi, Kamis (8/1/2026)
Konsep pertanian berbasis wisata edukasi tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari penguatan sektor pertanian, tumbuhnya destinasi wisata, hingga berkembangnya kuliner dan UMKM lokal. Hal ini sejalan dengan potensi pariwisata Karangpandan yang didukung keberadaan sejumlah kawasan wisata dan perhotelan yang telah menyerap tenaga kerja setempat.
Dalam pengelolaan pertanian, pemerintah desa menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan kelompok tani. Strategi yang diterapkan mencakup tanam tepat waktu, tanam serentak, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pengolahan hasil panen dari hulu hingga hilir agar memiliki nilai tambah. Komoditas padi dan ubi menjadi salah satu fokus penguatan.
Camat Karangpandan, Sinung Wardana, menilai pengukuhan kelompok wanita tani di Desa Salam sebagai langkah positif dalam mendorong peran perempuan pada sektor pembangunan. Ia berharap kelompok ini tidak hanya meningkatkan keterampilan anggotanya, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam program ketahanan pangan nasional.
“Wanita tani memiliki peran penting, tidak hanya di lingkup keluarga, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Kedepan, KWT Desa Salam diharapkan mampu melahirkan produk unggulan berbasis potensi lokal, seperti durian dan alpukat, termasuk pengolahan hasil pertanian menjadi produk turunan bernilai ekonomi. Pengembangan olahan durian, misalnya, dinilai berpeluang besar menopang sektor pariwisata dan UMKM.
Dengan penguatan peran wanita tani sebagai kader penggerak ekonomi keluarga, Dusun Bulu, Desa Salam, Karangpandan, diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian lokal yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (Hds)
Wanita Tani Salam: Motor Penggerak Ekonomi Keluarga
Ukuran Teks:
Foto: Ketua DPW Wanita Tani HKTI Jawa Tengah lakukan penanaman pohon secara simbolis dan didampingi kepala desa Salam serta Camat Karangpandan.(Portalljateng/Hds)





