Siswa MTsN 2 Pati Meri...

Siswa MTsN 2 Pati Meriahkan Tradisi Bersih Desa

Ukuran Teks:

PATI, Portalljateng.id | Dalam upaya menanamkan rasa cinta terhadap kearifan lokal, puluhan siswa MTsN 2 Pati turut serta memeriahkan tradisi Bersih Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kehadiran para siswa ini menjadi warna baru dalam prosesi sakral yang berpusat di Punden Mbah Buyut Benter, Dukuh Sumber.

Kepala MTsN 2 Pati, Zaenal Arifin, menegaskan, keterlibatan madrasah dalam acara ini bukan tanpa alasan. Bahwa partisipasi ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan visi dan misi sekolah untuk menjaga nilai-nilai luhur nusantara.

“Kami ingin menanamkan pada anak-anak rasa cinta terhadap budaya lokal. Melalui kegiatan ini, kami berharap budaya nusantara tidak tergerus oleh budaya asing yang belum tentu sesuai dengan karakter kita sebagai orang Indonesia,” ujar, Zaenal Arifin, Kamis (30/4/2026).

Sebanyak 22 siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) diterjunkan langsung untuk mengikuti rute kirab dari sekolah menuju Punden Mbah Buyut Benter. Sorotan utama dalam barisan madrasah ini adalah Gunungan, yang dibawa sebagai simbol rasa syukur dan partisipasi aktif warga sekolah dalam perayaan desa

Sbastyan Putra, Ketua OSIM MTsN 2 Pati sekaligus siswa kelas 8A, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam pengarakan gunungan tersebut.

“Saya sangat senang karena bisa mengikuti acara bersih desa ini. Dalam karnaval tadi, saya bertugas sebagai pengangkat gunungan,” kata Sbastyan dengan antusias.

Senada dengan Sbastyan, Amirna Fatimatus Zahra yang juga siswa kelas 8A, merasa bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan jalan sehat dan karnaval ini. Menurutnya, ini adalah pengalaman berharga untuk lebih mengenal tradisi tempat tinggal dan sekolahnya.

“Senang karena bisa ikut melestarikan budaya dari Desa Soneyan,” singkat Amirn

Keikutsertaan MTsN 2 Pati dalam tradisi Bersih Desa di Dukuh Sumber ini merupakan kali perdana. Namun, melihat dampak positif bagi pembentukan karakter siswa, pihak sekolah berencana untuk menjadikannya sebagai agenda rutin tahunan.

Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan dan adat istiadat setempat, diharapkan generasi muda, khususnya siswa-siswi MTsN 2 Pati, tetap memegang teguh identitas budaya di tengah arus modernisasi.(red)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan