PATI, Portalljateng.id | Persiapan kontingen KONI Kabupaten Pati menghadapi Porprov Jawa Tengah mendapat sorotan krusial. Durasi Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang semestinya menjadi wadah pematangan fisik dan mental atlet terpaksa dipangkas drastis menjadi hanya dua bulan sejak Agustus lalu.
Pemangkasan durasi hingga 50 persen dibanding edisi sebelumnya dinilai sebagai “perjudian” terhadap raihan medali daerah. Pemotongan masa ideal empat bulan ini berisiko mengubah pembinaan sistematis—yang mencakup fisik, taktik, dan try out—menjadi sekadar latihan kejar tayang.
Situasi ini memaksa pengurus cabor dan pelatih memutar otak untuk menjaga performa atlet meski waktu simulasi tanding dan evaluasi teknis sangat terbatas. Keterbatasan ini memberi tekanan ekstra bagi pelatih yang harus memadatkan porsi latihan dalam waktu amat singkat.
Mempertahankan prestasi kini jadi ujian berat bagi kontingen Pati yang sebelumnya sukses melesat ke papan atas Jawa Tengah. Mengulang capaian manis tersebut dengan modal persiapan instan jelas membutuhkan kerja keras ekstra luar biasa.
Singkatnya Pelatda memicu risiko teknis: potensi cedera akibat latihan terakselerasi, minimnya try out, dan belum matangnya mental bertanding. Kini, harapan sepenuhnya bertumpu pada komitmen serta pengalaman bertanding yang dimiliki atlet.
Kondisi ini jadi teguran keras bagi Pemda dan KONI Pati untuk mengevaluasi manajemen waktu serta anggaran Pelatda. Prestasi tak bisa diraih instan; jika target papan atas dibebankan, fasilitasi dan waktu persiapan wajib diberikan maksimal, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. (red)




Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE