Ormas Pati Gelar Doa Bersama Jaga Kondusivitas Daerah
0:00
--:--
Ormas Pati Gelar Doa Bersama Jaga Kondusivitas Daerah
Eksplorasi INFODAGANG.COM
PortallJateng.id / Umum

Ormas Pati Gelar Doa Bersama Jaga Kondusivitas Daerah

X
Gabungan Ormas dan LSM di Pati Gelar Doa Bersama di Alun-alun Simpang Lima

PATI, Portalljateng.id | Puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang beroperasi di Kabupaten Pati berkumpul di Alun-Alun Pati pada Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan “Doa Bersama & Pernyataan Sikap Bersama untuk Pati yang Damai, Aman, Kondusif, dan Bermartabat” bertujuan untuk memperkuat komitmen menjaga stabilitas dan kedamaian wilayah setempat.

Ahmad Sulaim Habibi selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa aksi kolektif ini lahir dari rasa kepedulian mendalam lintas elemen masyarakat terhadap stabilitas Kabupaten Pati. Ia menegaskan tidak ada agenda terselubung di balik agenda tersebut.

“Harapannya seperti tadi, kita enggak ada niat apa pun. Niatnya cuma satu, ingin Pati yang kondusif. Enggak ada tujuan lain kecuali Pati yang kondusif,” ujarnya.

Habibi mencatat sebanyak 22 ormas dan LSM berpartisipasi dalam deklarasi damai ini demi memastikan iklim sosial di Kabupaten Pati tetap aman dan tenteram.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rois PCNU Pati, KH Abdul Majid, menilai pertemuan ini merupakan momentum krusial untuk menyelaraskan pandangan seluruh pihak. Ia mengimbau agar masyarakat menyelesaikan setiap kendala sesuai dengan saluran hukum dan birokrasi yang berlaku, bukan melalui aksi kekerasan.

“Kalau masalah hukum kita serahkan pada penegak hukum. Kalau masalah pembangunan kita serahkan pada OPD-OPD yang bersangkutan. Dan masalah-masalah yang ada hubungannya dengan perwakilan kita serahkan pada Dewan,” jelasnya.

Lebih lanjut, KH Abdul Majid menekankan pentingnya pendekatan musyawarah mufakat serta kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

“Bukan istilahnya mencari kesalahan, tetapi mencari kebenaran yang ada sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Mengenai penyampaian pendapat di muka umum, ia tidak menampik bahwa demonstrasi adalah hak warga negara. Kendati demikian, penerapannya harus dibarengi dengan etika dan aturan main yang benar.

“Kalau demo itu adalah menyampaikan aspirasi. Apabila itu benar dengan baik, dengan etika, dan memang betul-betul ada kesalahan, tidak salah paham, itu tidak masalah,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, K. Nur Qosim selaku tokoh masyarakat mengapresiasi sinergi antar-ormas dan LSM ini. Menurutnya, seluruh lapisan warga bertanggung jawab merawat persaudaraan tanpa memandang latar belakang.

“Intinya itu kondusif lah Pati ini biar baik semua. Namanya kita saudara wajib kalau ada orang yang tidak cocok, kita kan NKRI,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan harmonis antara warga, ulama, serta jajaran pemerintah daerah harus terus dipelihara agar setiap dinamika sosial di Kabupaten Pati dapat diselesaikan secara damai tanpa memicu konflik terbuka. (red)

Next Article

PSSI Pati Gelar Adhyaksa Cup 2026 Usia KU-10 dan KU-12

›
☕ Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×
☕

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.