PATI, PORTALLJATENG.ID | MAN 2 Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik, orang tua, serta masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan kegiatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang menghadirkan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah.
Acara dan inovasi yang baru pertama kali diselenggaranan oleh Madrasah/ Sekolah di Indonesia ini diikuti seluruh Tenaga Kependidikan dan sebagian guru MAN 2 Kudus di lantai 4 Gedung Olimpiade Sains Terpadu , Kamis 27/11.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh 54 guru dan tenaga kependidikan. Sebagai bentuk penghormatan dan pembuka acara, kegiatan diawali dengan lantunan sholawat mahalul qiyam, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Hadir sebagai narasumber dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Sabarudin Hulu selaku ketua dan Dewi Ayu Wulandari selaku Asisten.
Kehadiran Ombudsman dalam kegiatan ini memiliki tujuan penting, yaitu memperkuat budaya pelayanan yang profesional dan akuntabel di lingkungan madrasah, memastikan setiap layanan publik di MAN 2 Kudus sesuai standar, serta memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme pengawasan pelayanan publik berdasarkan regulasi yang berlaku.
Dalam sambutan pembukanya, Dewi Ayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan terobosan yang luar biasa, dan pertama kalinya diadakan oleh Madrasah/ Sekolah di Indonesia, untuk itu, Ayu memberikan apresiasi yang kerren kepada MAN 2 Kudus.
Lebih lanjut, Ayu yang orang asli Kudus berharap, inisiasi dari Madrasah terbaik di Jateng ini akan menjadi uswatun hasanah, dan segera diikuti oleh Madrsah/ srkolah lainnya. Jangan alergi dengan aduan, karena melalui aduan kita bisa berbenah diri, tutup Ayu singkat.
Sabarudin selaku narasumber dalam kegiatan tersebut merasa kagum melihat dari dekat kondisi MAN 2 Kudus. Penataan ruang , kebersihan, dan pelayanan tamunya mulai dari depan Satpam tertara rapuh, dan termonitor, sehingga menurytnya ini layak menjadi Madrasah percontohan di Jawa Tengah.
Sabarudin yang baru pertama kali hadir ke MAN 2 memaparkan bahwa Ombudsman RI adalah lembaga negara yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk layanan pendidikan. Lembaga ini hadir sebagai tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, laporan, atau dugaan maladministrasi terhadap pelayanan publik.
Sabarudin Hulu dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menyampaikan materi yang mencakup tiga hal pokok. Pertama, ia mengenalkan peran Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik yang memastikan setiap layanan berjalan sesuai standar dan bebas maladministrasi.
Kedua, ia memaparkan dasar hukum pelayanan publik berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2009, yang menekankan prinsip profesionalitas, transparansi, kepastian waktu, serta perlindungan hak masyarakat sebagai penerima layanan.
Terakhir, Sabarudin menyoroti praktik pelayanan berkualitas di lembaga pendidikan, termasuk penerapan asas-asas pelayanan publik dan pentingnya responsivitas tenaga pendidik. Ia juga menjelaskan mekanisme pengelolaan keluhan secara profesional, mulai dari pencatatan pelaporan, tindak lanjut, hingga pemberian solusi yang tepat sebagai bentuk komitmen menjaga mutu layanan.
MAN 2 Kudus Sudah Bentuk Tim Pengaduan, dalam praktiknya, MAN 2 Kudus telah membentuk tim pengaduan internal yang menangani keluhan dan aspirasi yang muncul di lingkungan madrasah. Tim ini berfungsi sebagai garda pertama dalam penyelesaian masalah layanan.
Hingga saat ini, tidak terdapat kasus atau laporan yang harus dilanjutkan ke Ombudsman, hal ini menunjukkan bahwa manajemen pelayanan di MAN 2 Kudus sudah berjalan dengan baik dan responsif.
Kegiatan berlangsung lancar dan produktif. Para guru dan tenaga kependidikan aktif berdiskusi serta mengajukan pertanyaan seputar standar pelayanan publik, pengelolaan pengaduan, dan upaya pencegahan maladministrasi. Suasana interaktif ini menjadi bukti semangat MAN 2 Kudus dalam terus memperbaiki kualitas layanan.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak merasa bahagia dengan acara tersebut.
”Ini adalah kegiatan yang luar biasa, yang baru pertama kali dilakukan oleh MAN 2 Kudus sebagai bentuk inovasi dan kolaborasi” tuturnya.
Lebih lanjut syafak berharap, Madrasah tidak boleh berhenti berinovasi dan berkolaborasi.
”Hebat saat ini, jika dibiarkan maka akan menjadi mati pada masa mendatang, contohnya Nokia, pernah menjadi raja tetapi sekarang kalah dengan produk- produk lain. Untuk itu, agar madrasah yg sudah baik ini tetap menjadi baik, bahkan menjadi lebih baik, harus selalu berinovasi termasuk dalam hal pelayanan yang salah satunya kita bekerjasama dengan ombudsman”pungkasnya.
Kegiatan yang jarang dilakukan oleh lembaga pendidikan ini, sebagai penanda komitmen bersama antara MAN 2 Kudus dan Ombudsman RI dalam mewujudkan pelayanan publik yang unggul, transparan, dan berintegritas. (Red)





