PATI – PORTALLJATENG.ID – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, yang selama ini dikenal sebagai figur-figur dengan jadwal yang teramat padat menyempatkan diri kunjungan ke lokasi jembatan Pelemgede, Pucakwangi.
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, gajinya viral yang dipicu oleh selembar dokumen keramat yang bocor di jagat maya. Rincian gaji dan tunjangan bulanan mereka yang disebut-sebut mencapai angka Rp56 Juta.
Begitu angka fantastis itu terpampang, bak sihir, anggota Komisi C langsung bergerak cepat ditengah kesibukan kinerja sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat (DPRD) Kabupaten Pati.
Kurang dari dari 24 jam, Jumat siang (24/10/2025), Komisi C langsung tancap gas ke lokasi ambrolnya talut Jembatan Pelemgede Pucakwangi.
”Kami harus pastikan, talut ini ambrol dengan elegan. Jangan sampai gajinya sampai mencapai kurang lebih Rp56 Juta, tapi talutnya ambrolnya asal-asalan,” ujar seorang warga yang menonton dengan tatapan penuh makna.
Tak hanya talut yang ambrol, mereka juga baru menyadari bahwa dua malam sebelumnya, Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, tenggelam dalam lautan air sebuah tradisi tahunan.
Di tengah genangan yang masih tersisa, Anggota Komisi C, Bapak Suyono, tampil sebagai analisis dadakan. Dalam waktu kurang dari lima menit observasi, ia menemukan biang keladinya:
”Jelas ini salah sungai yang mendangkal, dan drainase Alun-alun Kayen yang minim,” ujarnya, seolah-olah penemuan ini setara dengan penemuan gravitasi.
Warga setempat berspekulasi, jangan-jangan sebelum bocornya gaji, pendangkalan sungai itu dianggap sebagai kolam ikan raksasa gratis dari alam.
Dengan percaya diri tinggi dikutip dari, Suyono lantas mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk segera melakukan normalisasi. Ia juga meminta “solusi serius” terkait dampak peninggian jalan provinsi Pati–Grobogan yang membuat permukiman warga kini menyerupai bak mandi raksasa.(red)





