Kadis DLH Karanganyar ...

Kadis DLH Karanganyar Optimis RDF Februari Sudah Beroperasi, Siap Serap Tenaga Kerja Lokal

Ukuran Teks:

KARANGANYAR, PORTALLJATENG.ID | Proyek pembangunan pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Sukosari menunjukkan progres paling signifikan dan kini memasuki tahap akhir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Sunarno, optimis fasilitas pengolahan sampah modern itu dapat mulai diuji coba pada pertengahan Desember dan beroperasi penuh pada Februari tahun depan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pabrik RDF menjadi kunci penyelesaian permasalahan sampah di Sukosari.

‎‎“Pabrik RDF ini progresnya sudah 60 persen, dan semua material konstruksi sudah siap. Tinggal merangkai saja di lapangan,” ujar Sunarno.

‎‎Ia menyampaikan bahwa meskipun Sanksi Administratif berakhir pada 16 November, DLH tetap mengajukan percepatan ke kementerian agar seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sebelum akhir tahun.

‎‎Sunarno menjelaskan bahwa target minggu ini adalah pemasangan penuh rangka atap, disusul pengecoran lantai dasar.

‎‎“Insya Allah sebelum 15 Desember fisik bisa selesai 100 persen. Untuk mesin RDF, progresnya telah mencapai 90 persen dan tinggal menunggu pemasangan begitu bangunan siap. Sambungan listrik dari PLN melalui penyedia pihak ketiga kini juga sedang dalam proses pemasangan,” tambahnya

‎‎Di luar pabrik RDF, pembangunan hanggar alat berat dan bengkel juga terus berjalan, meski pemasangannya bertahap karena harus menyesuaikan arus kendaraan sampah yang melintas setiap hari.

‎‎Progres di lapangan kini sekitar 40 persen, sementara material konstruksi sudah lengkap di basecamp. Pekerjaan drainase ditargetkan rampung minggu ini, demikian pula penutupan zona pasif yang sebelumnya terhambat cuaca. Sistem gas metan di zona pasif telah selesai 100 persen.

‎‎Untuk zona aktif, enam titik pemasangan pipa gas metan sedang berjalan dan ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu mendatang. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga menunjukkan progres signifikan.

‎‎“Air lindi sempat masuk ke galian karena hujan, tapi sudah kami sedot. Minggu ini rangkaian tulangan kolam dan sloop bisa mulai dipasang,” jelasnya. Seluruh material tulangan dan rangka struktur sudah berada di lokasi.

‎‎Pembangunan fasilitas komposter juga terus berproses. Dari total enam mesin, empat telah dipesan tahun sebelumnya, sementara dua lainnya sedang dalam tahap pemesanan. Hanggar komposter kini berada pada kisaran 30 persen. Sama seperti bangunan lainnya, pemasangan material dilakukan bertahap karena area dilalui kendaraan pengangkut sampah.

‎‎Dengan semakin cepatnya progres pembangunan fisik di seluruh titik, DLH Karanganyar menargetkan pabrik RDF mulai diuji coba pada pertengahan Desember dan siap beroperasi penuh pada Februari.

‎‎“Kami sedang menyiapkan tenaga kerjanya. Harapannya Januari sudah terserap dan Februari sudah siap operasional,” kata Sunarno. Ia menegaskan bahwa dalam tahap uji coba, tenaga ahli dari penyedia mesin akan mendampingi proses penalaan alat.

‎‎Sunarno menutup penjelasannya dengan harapan besar terhadap keberadaan pabrik RDF sebagai solusi jangka panjang.

‎“Pabrik RDF ini akan menjadi jawaban atas persoalan sampah di Sukosari. Dan besar harapan kami tenaga kerja yang mengoperasikan fasilitas ini bisa berasal dari lingkungan sekitar TPA,” pungkasnya. (Hds)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan