Hadiah Snack di Liga Desa Pati Tuai Kritik Tajam
0:00
--:--
Hadiah Snack di Liga Desa Pati Tuai Kritik Tajam
Eksplorasi INFODAGANG.COM
PortallJateng.id / Olahraga

Hadiah Snack di Liga Desa Pati Tuai Kritik Tajam

X
Foto: Ilustrasi, Juara 1 Liga Desa Pati mendapatkan piala dan 1 kardus Ciki-Ciki.(Portalljateng/Adm)

PATI, PORTALLJATENG.id | Pelaksanaan Liga Sepak Bola Antardesa se-Kabupaten Pati yang digelar di Stadion Joyokusumo menuai kritik tajam. Meski tim Desa Wonorejo (Persewo) berhasil keluar sebagai juara, hadiah yang diberikan panitia dinilai tidak sebanding dengan perjuangan para atlet.
‎
‎​Dalam laga final tersebut, Persewo Desa Wonorejo sukses menundukkan Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, dengan skor tipis 1-0. Namun, kemenangan tersebut terasa hambar setelah diketahui bahwa hadiah bagi sang juara hanya berupa piala dan satu dus makanan ringan (snack).
‎
‎​Minto, Pelatih Persewo Wonorejo, menyampaikan kekecewaannya terhadap panitia pelaksana dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati. Ia mengaku sempat menanyakan perihal hadiah sebelum laga dimulai, namun panitia terkesan menutup-nutupi.
‎
‎​”Saya sempat bertanya soal hadiah juara pertama, tapi jawaban panitia selalu ‘masih rahasia’. Karena khawatir mengganggu mental pemain, saya tetap memotivasi mereka untuk fokus bertanding,” ujar Minto, Jumat (2/1/2026).
‎
‎​Mirisnya, informasi mengenai ketiadaan uang pembinaan baru disampaikan panitia saat jeda babak pertama. Beruntung, para pemain tetap tampil maksimal berkat apresiasi mandiri dari pihak lain. Para ​pemain mendapatkan bonus dari Pemerintah Desa (Pemdes) Wonorejo dan ​dukungan Legislatif, Kartina Sukawati, anggota DPRD Jawa Tengah yang turut memberikan apresiasi atas kemenangan tersebut.
‎
‎​Kritik dari Pengamat Kebijakan Publik
‎​Kejadian ini juga memicu reaksi keras dari pengamat kebijakan publik, Slamet Widodo, yang akrab disapa Om Bob. Ia mempertanyakan koordinasi antara Dispermades (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ), Dinporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata) dan PSSI Kabupaten Pati.
‎
‎​”Kejadian ini menunjukkan seolah dinas terkait tidak memiliki semangat untuk membangun olahraga di Pati. Apakah sudah ada koordinasi dengan PSSI? Jika hadiahnya hanya snack, ini sangat tidak menghargai jerih payah para atlet,” tegas Om Bob.
‎
‎​Ia menambahkan bahwa insiden ini dapat mencoreng citra kepemimpinan Bupati Pati yang selama ini berkomitmen memajukan dunia olahraga. Menurutnya, hadiah berupa uang pembinaan sangat krusial untuk keberlanjutan regenerasi atlet sepak bola di tingkat desa.
‎
‎Hingga berita ini tayang, Dispermades dan Dinporapar serta Asosiasi PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Kabupaten Pati belum dikonfirmasi terkait pemberian hadiah makanan ringan (snack) tersebut. (Red)

Next Article

MTsN 1 Pati Jadi MTs Terbaik 1 Se-Jateng di Puspresnas

›
☕ Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×
☕

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.