PATI, Portalljateng.id | Peresmian Pasar Minggu Kembangjoyo berlangsung meriah hari ini, Minggu (26/4/2026). Inisiatif ini digagas untuk semakin mengukuhkan Alun-Alun Kembangjoyo Pati sebagai destinasi wisata kuliner utama di tengah kota.
Selain menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan pedagang lokal untuk menjajakan produknya, kegiatan ini juga memanjakan pengunjung yang ingin berolahraga pagi. Fasilitas pendukung seperti panggung hiburan, sesi senam bersama, hingga berbagai wahana permainan anak turut dihadirkan untuk melengkapi keseruan acara.
Acara yang baru pertama kali digelar itu diramaikan oleh banyak pengunjung. Mereka datang untuk berolahraga, menjajal wahana permainan, membeli aneka makanan dan minuman, serta mencari oleh-oleh khas Kabupaten Pati.
Kemeriahan itu pun membawa angin segar bagi pedagang yang menggelar lapak di Alun-Alun Kembangjoyo, salah satunya Lilis (44). Ia memanfaatkan momentum berjualan aneka jenis sarapan pagi di Alun-Alun Kembangjoyo bertepatan dengan Pasar Minggu Kembangjoyo ini.
Ia senang karena punya kesempatan menjajakan kulinernya di antara keramaian warga yang berkunjung. Sehingga ia berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang telah berpihak pada pelaku usaha menengah.
“Saya sangat antusias sekali, karena Pasar Minggu Kembangjoyo sangat membantu pedagang maupun UMKM. Baru pertama kali ini di sini karena acaranya baru ini,” kata wanita yang berjualan nasi pecel dan nasi tahu campur itu ketika diwawancarai awak media.
Lilis yang biasanya berjualan nasi di Desa Ngipik, Kecamatan Pati bisa mengenalkan masakannya ke masyarakat yang hadir ke Alun-Alun Kembangjoyo. Bahkan, di hari pertamanya berjualan sudah kedatangan ratusan pembeli.
“Kalau hari biasa jualan warung makan Ma’e di belakang RSUD Suwondo, tapi menunya macam macam. Kalau hari ini menunya nasi pecel dan nasi tahu campur,” ungkapnya sembari melayani pembeli.
Ia berharap lapak dagangannya selalu laris oleh pembeli di setiap event ini. Bahkan ia meminta jika Pasar Minggu Kembangjoyo bisa diselenggarakan setiap pekan.
“Harapannya setiap minggu dan laris-manis. Ini tadi yang beli gak kehitung,” pungkasnya.
Hadir dalam Pasar Minggu Kembangjoyo, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pati, Teguh Widyatmoko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Bhakti Junior Isrony, serta Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Joni Kurnianto. Hal ini semakin menegaskan bahwa Pemkab Pati serius mendorong kemajuan ekonomi lokal di Bumi Pesantenan.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengajak masyarakat Kabupaten Pati mengunjungi alun-alun yang berlokasi di Kelurahan Kalidoro tersebut. Ia juga berjanji akan menambah lampu penerangan di tempat tersebut.
“Warga Pati dapat hadir setiap minggu genap kita adakan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Kembangjoyo. Mei juga akan ada penataan Alun-Alun Kembangjoyo untuk penerangan juga ada pengadaan, supaya Alun-Alun Kembangjoyo ramai lagi, meriah lagi, bisa menjadikan tempat berkumpul keluarga lagi sehingga UMKM Alun-Alun Kembangjoyo meriah lagi,” ungkapnya meninjau lapak UMKM.
Chandra meminta para pedagang mencantumkan daftar menu beserta harganya secara detail. Sehingga pembeli bisa tahu nominal yang perlu dikeluarkan dari dompet.
“Semua yang ada di sini mewajibkan ada daftar list menu dan harganya supaya masyarakat pada saat membeli jajanan di Alun-Alun Kembangjoyo sudah jelas harganya berapa, harus membayar berapa,” ujarnya.
Ia juha menyoroti kenakalan juru parkir di pintu masuk Alun-Alun Kembangjoyo yang memasang tarif Rp 2.000 sampai Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua. Padahal secara regulasi yang berlaku, tarif parkir di Alun-Alun Kembangjoyountuk roda dua Rp 1.000, sedangkan roda empat Rp 2.000.
“Tadi ada keluhan masyarakat di Alun-Alun Kembangjoyo, sepeda motor Rp 5.000. Besok Senin kami pasang banner parkir Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk mobil,” pungkasnya.(red)





