Klarifikasi Lengkap Pe...

Klarifikasi Lengkap Pemdes Terteg Soal Isu Proyek Rabat Beton

Ukuran Teks:

PATI, Portalljateng. IdI | Pemerintah Desa (Pemdes) Terteg, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan proyek fiktif pembangunan rabat beton dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

‎Isu tersebut dibantah keras oleh perangkat desa setempat dengan menunjukkan bukti-bukti fisik di lapangan.

‎Pelaksana Kegiatan Pembangunan, Pak Ladi, yang juga menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Desa Terteg, menegaskan bahwa pengerjaan jalan rabat beton di wilayah RT 2 RW 3 telah dilaksanakan sesuai standar prosedur yang berlaku.

‎Dalam pelaksanaannya, Pak Ladi dibantu oleh Pak Ali Muksan selaku Kaur Perencanaan yang bertugas mencatat seluruh material yang masuk.

‎”Pembangunan Rabat Beton atau jalan cor yang sumber dananya dari Dana Desa di RT 2 RW 3 dengan anggaran Rp200.000.000 itu sangat nyata dan riil. Tidak ada yang fiktif,” tegas Pak Ladi saat memberikan keterangan, Minggu (22/2026).

Detail Spesifikasi dan Lokasi Proyek

‎Untuk menepis keraguan masyarakat, Pemdes Terteg membeberkan detail teknis proyek tersebut.

‎Bangunan fisik ini berlokasi di blok lapangan sepak bola Desa Terteg, tepatnya mengarah ke sisi selatan di wilayah RT 2 RW 3.

‎Adapun volume bangunan Rabat Beton tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut:

‎- ​Panjang: 200 meter

‎- ​Lebar: 4,5 meter

‎- ​Tebal: 0,15 meter

‎‎​Bukti Administrasi dan Audit

‎​Senada dengan Pak Ladi, Sekretaris Desa (Sekdes) Terteg, Karsono, yang juga bertindak sebagai verifikator proyek, menyatakan bahwa seluruh administrasi telah rampung.

‎Pihak kecamatan pun telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan fisik bangunan.

‎‎​”Bangunan tersebut sudah dicek oleh pihak terkait, yaitu pihak kecamatan. Kami memiliki bukti lengkap, mulai dari Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), foto fisik pengerjaan, hingga foto prasasti di lokasi,” ujar Karsono.

‎Karsono juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

‎‎Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa sangat terbuka terhadap kontrol sosial dan transparansi anggaran.

‎‎​”Kami terbuka kalau ada masyarakat yang ingin bertanya perihal penggunaan dana desa. Kami pastikan semua sudah sesuai standar dan tidak ada manipulasi. Setiap tahun LPJ kami juga diaudit oleh pejabat berwenang secara ketat,” tutupnya. (red)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan