316 UMKM Tumbuh Bersam...

316 UMKM Tumbuh Bersama MR.DIY, Program 2025 Resmi Ditutup

Ukuran Teks:

SURAKARTA, PORTALLJATENG.id | Sebanyak 360 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo dan sejumlah daerah lain mengikuti Program UMKM Tumbuh Bersama 2025 yang diinisiasi PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia). Program ini resmi ditutup di Surakarta, Senin (22/12/2025), setelah berjalan selama empat bulan sejak Agustus hingga Desember 2025.

‎Penutupan program menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan dan pendampingan UMKM di Kota Solo yang digelar melalui kolaborasi MR.D.I.Y. Indonesia bersama Yayasan BEDO (Business & Export Development Organization) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Surakarta. Inisiatif ini bertujuan mendorong penguatan kapasitas UMKM agar lebih berdaya saing, adaptif, dan berkelanjutan.

‎Tingginya antusiasme peserta mencerminkan kebutuhan UMKM terhadap pendampingan terstruktur di tengah dinamika dan pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku UMKM yang telah mengikuti program dengan penuh komitmen. Ia menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ekonomi lokal.

‎“Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka peluang baru melalui pemanfaatan teknologi dan penerapan praktik usaha berkelanjutan. Kami percaya UMKM yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi daerah yang tangguh,” ujarnya.

‎Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah, menilai kolaborasi lintas sektor dalam program ini menghasilkan dampak yang signifikan. Menurutnya, semangat belajar dan keterbukaan terhadap inovasi yang ditunjukkan pelaku UMKM di Solo menjadi modal penting untuk menembus pasar yang lebih luas.

‎“Ketika sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM bergerak bersama, hasilnya jauh lebih besar. Pendampingan akan terus kami dorong agar UMKM semakin berkelanjutan,” katanya.

‎Secara keseluruhan, program UMKM Tumbuh Bersama 2025 diikuti oleh 316 UMKM dari berbagai daerah, termasuk 109 UMKM asal Kota Surakarta dan 20 peserta penyandang disabilitas. Dari jumlah tersebut, 150 UMKM mengikuti pelatihan lanjutan, sementara 90 UMKM berhasil menyusun draf awal laporan keberlanjutan. Program ini juga memperkuat jejaring usaha antara UMKM, pemerintah daerah, dan pelaku industri.

‎Penutupan program turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Surakarta Bidang Keuangan dan Pembangunan, Ir. Eko Nugroho Isbandijarso, M.Si., mewakili Wali Kota Surakarta, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta.

‎Pemerintah Kota Surakarta mengapresiasi kehadiran program ini karena dinilai mampu mendorong transformasi pola pikir UMKM menjadi lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.

‎Rangkaian penutupan digelar selama dua hari dengan berbagai agenda, mulai dari pemaparan capaian program, lokakarya penyusunan Sustainability Report bersama Global Reporting Initiative (GRI) Indonesia, hingga sesi berbagi pengalaman dari UMKM terpilih yang merasakan langsung dampak positif program tersebut.

‎MR.D.I.Y. Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM dan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari upaya tumbuh bersama masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi UMKM di Solo untuk naik kelas, memperluas pasar, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Hds)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bagikan:
Artikel berhasil disimpan